Posted on

Review LOVE FOR SALE 2 (2019) – Pokoknya Ahhh Ahhh



Sukses dengan debut film LOVE FOR SALE tahun lalu sampai berhasil mengangkat piala citra aktor terbaik Gading Marten 2018 lalu. Apakah lanjutannya ini sama berkesannya?

Ask Me:
soediro27@gmail.com
IG @zeinerlangga

#LoveForSale2 #ReviewLOVEFORSALE #KawanReview

TETAP POSITIF DAN JANGAN LUPA BAHAGIA

source: https://2forum.biz

Xem thêm các bài viết về Du Lịch: https://2forum.biz/category/du-lich/

16 thoughts on “Review LOVE FOR SALE 2 (2019) – Pokoknya Ahhh Ahhh

  1. Arini sebenernya identitasnya makin lama makin kelihatan. Kalo inget Love For Sale 1, waktu Arini nanya soal foto di rumah icad, Arini hanya mempertanyakan 1 hal "kamu kangen ibu kamu kamu gak?" Nah pas di film ini, kita lihat bahwa Arini itu sangat sayang sama ibunya Ican. Apa yang membuktikan dia sayang Bu Ros? "Titip ican sama ibu ya, mereka orang baik. NAHH INI CLUEE. Coba inget LFS 1, dia cuma pamit ke hansip untuk "Pak titip richard ya".

    Dari clue-clue itu, gua merasa bahwa Arini itu merupakan sosok perempuan yang menginginkan keberadaan ibu. Why? karena sebelum Arini kabur dari Ican, kalo kita liat fotonya Arini, disitu cuma ada foto Arini sama ayahnya, tanpa ibunya.

    Tapi gua masih gatau Arini bakal dibawa sebagai orang yang gimana, karena cerita ini masih bisa mengarah ke dua hal, yaitu:

    1. Arini dateng ke richard karena keluarga mereka sama. Kenapa mikir begitu? Arini pulang ke richard hanya karena 1 hal, dia liat foto keluarganya Arini. Sebenernya andaikata foto keluarga richard di LFS1 keliatan, sebenernya kita bsa nebak, sayangnya foto keluarga richard di LFS1 enggak keliatan, jadi masih kurang kuat.

    2. Arini berasal dari keluarga broken/ditinggal ibunya meninggal. Kenapa? Karena Arini kayaknya punya obsesi khusus sama "IBU". Dua kali film dia selalu berkutat dengan IBU. Bahkan sampai dia ngomong "Pengen deh punya ibu kayak ibu ros." Menurut gua itu bukan gombal, tapi jujur dari hati Arini, karena klo inget LFS 1, memang Arini punya obsesi tersendiri sama keberadaan IBU.

    Tambahan:
    Arini yang terobsesi sama ibu juga dapat dibuktikan dari dialog antar tokoh yang ada. Kalo kita perhatiin, waktu Arini ditanyain Ican kenapa dia mau kerja kayak gitu, dia selalu jawab bahwa dia ingin membahagiakan orang lain. Membahagiakan itu juga selaras dengan dialog bu Ros yang diulang-ulang dan tindakan yang dia lakukan bahwa Ibu Ros selalu ingin membahagiakan orang lain.

    Mungkin itu pendapat gua setelah 2x nntn LFS 1 dan LFS 2. Dan gua percaya, LFS 3 akan jadi film terakhir serial LFS, yang pada akhirnya bukan lagi menceritakan klien-klien Arini, tapi menceritakan sosok Arini itu sendiri.

    Ayooo kita tunggu LFS3

  2. Kalau lu omongin chemistry kedua nya sih agak beda ya film pertama dan kedua. Perlu di ingat si Richard itu jomblo loh sampe 41 tahun dan Ican itu bukan jomblo. Kesan gua sih playboy. Awal nya dia biasa aja, tapi akhir nya feel nya dapet kok. Dia sadar kalau Arini itu bener2 bikin dia jatuh Cinta

  3. Love for sale 2 sukses sih secara marketing/komersil karena pake adipati sebagai aktor utamanya yg pastinya menjual khususnya kaum hawa + merebaknya reviewer film di youtube otomatis jd marketing gratis menjadikan film Indo manapun jd lbh populer.

    Dulu film LFS 1 underrated bgt, di bioskop pun tayangnya ga lama, yg nntn pun ga begitu bnyk, serasa film indie yg nntn yg emg ngikutin dunia film Indo walo promonya ga rame.

  4. Jujur gak bisa compare sebenrnya antara yang pertama dan kedua. Karena yang pertama lebih ke love story. Kalo yang kedua ini lebih ke drama keluarga. Dan sebenernya ngena banget buat gue yang sering di tanyain kapan nikah,,, warna warna neon nya bener bener hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *